21.7.09

FILM DAN TUKANG LOKET

Hari ini tiba tiba gue terinspirasi untuk menulis hal yang sangat menggangu ini.Gue sendiri sudah berkali-kali mengalami kejadian yang sama,yaitu mbak loket bioskop yang berselera rendah.Memang gue tidak menyalahkan dirinya akibat seleranya yang jelek,yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor tertentu seperti pendidikan(?),atau mungkin kebanyakan nonton film-film yang tidak bermutu sehingga selera filmnya menjadi jelek.Yang paling ironis adalah,mereka adalah orang yang bertugas untuk merekomendasikan film ke calon penonton yang clueless tentang film yang akan mereka tonton.Nah,sekarang pertanyaannya?Apakah penonton Indonesia dapat menikmati film bermutu kalau selalu direkomendasikan film yang tidak bermutu oleh para mbak loket bioskop?Jelas tidak teman-teman.Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa,orang orang yang bertugas di loket bioskop turut berperan penting dalam PENINGKATAN MUTU FILM INDONESIA.Ya,benar sekali,walaupun pekerjaannya simpel,tapi mereka bisa meningkatkan mutu film Indonesia.Nah,pertanyaannya adalah "BAGAIMANA BISA MARV?"

Sini biar saya jelaskan!

http://2.bp.blogspot.com/_LP98Au_volA/R1y0GePGA7I/AAAAAAAAAm0/jd1JfX_KdgM/s400/janji_joni.jpghttp://api.ning.com/files/AKrMJY-Vi1d35Gy4rcDjFCGP3PwhnKZYqQQBDXROkb4KZVwXjqnvsQMQF5WSbWJUQMT-k*HWJeFHoDEJ1sie41YXQhMfEHyu/norbit1_large.gifhttp://www.comicbookmovie.com/images/news/fantastic-four/fan4intfinal.jpg

Contoh film : Janji Joni (MIMA Best Movie of The Year),Kalo mau,masukkin aja!(The Worst Movie of all time),Norbit (Razzie Award Worst Movie of the Year),Into The Blue (Worst actress for Jessica Alba),Fantastic Four (Worst superhero movie ever)

Skema

Penonton datang ke bioskop >> Bertanya ke mbak loket,"Ada film apa yang bagus ya mbak?" >> Terus mbak itu menjawab ,"Ada Norbit pak,lucu loh!" >> Selanjutkan penonton berkata,"Janji Joni bagus nggak ya mbak?" >> "Ngapain nonton film Indonesia,ada Fantastic Four loh(dengan bangganya)!" >> "Oh Iya deh mbak,saya nonton Fantastic Four aja,keren kan mbak" >> "Keren banget mas!(Seperti tidak pernah melihat visual effect yang lebih bagus daripada F4) >> Akhirnya,penonton membeli tiket F4.

Apa akibatnya teman teman?
"Janji Joni tidak akan ada yang menonton,sehingga industri film Indonesia akan jadi lesu,walaupun filmnya berkualitas sekalipun."

Kesimpulannya adalah,mbak-mbak ini harus dididik,mendapatkan training khusus tentang film agar tidak MENJERUMUSKAN PENONTON.Dan walaupun film Indonesia dibuat sangat berkualitas seperti "PEREMPUAN PUNYA CERITA",kalau mbak mbak ini terus meromendasikan film barat,apa jadinya INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA?

Kebiasaan mbak-mbak ini ?
  1. Selalu menggangap bahwa film barat lebih bagus daripada FILM INDONESIA
  2. Asal saja memberikan rekomendasi,yang penting film lucu,penuh dengan visual effect langsung dibilang bagus.(Even mereka memuja High School Musical!)
  3. Suka menghina film Indonesia.
Untuk poin terakhir,saya ingin memberikan penjelasan!Pernah dalam waktu dekat ini,nyokab gue mau nonton film,"Mbak,Punk In Love sama HANNAH MUNTAHNA bagusan mana?",mbak langsung merespon,"Ya,HANNAH MONTANA lah bu,PUNK IN LOVE JELEK BANGET,GAK ADA YANG NONTON!".All I can say is "FUCK YOU!"


Film Punk In Love

Jelas-jelas film punk in love adalah film berkualitas,tapi dia seenaknya mereview film.

"APAKAH DIA KRITIKUS FILM?"

Ada kemungkinan gara-gara mbak-mbak ini,film film Indonesia berkualitas seperti "Pintu Terlarang","Perempuan Berkalung Sorban","Punk In Love","Claudia/Jasmine" menjadi tidak laku,dan lama-lama para sineas menjadi malas membuat film bagus,toh juga akan gak laku,dan semuanya disebabkan oleh orang-orang yang duduk di belakang loket ini.

http://adjiwae.files.wordpress.com/2009/06/cinema-02.jpg

So,make sure you're not intimidated by those people.Sebelum nonton,pastikan jangan lewatkan film Indonesia yang berkualitas,ayo dukung PERFILMAN INDONESIA!
STOP FILM TIDAK BERMUTU!

Next post >> The anti-expressionism

No comments:

Post a Comment