Sini biar saya jelaskan!

Contoh film : Janji Joni (MIMA Best Movie of The Year),Kalo mau,masukkin aja!(The Worst Movie of all time),Norbit (Razzie Award Worst Movie of the Year),Into The Blue (Worst actress for Jessica Alba),Fantastic Four (Worst superhero movie ever)
Skema
Penonton datang ke bioskop >> Bertanya ke mbak loket,"Ada film apa yang bagus ya mbak?" >> Terus mbak itu menjawab ,"Ada Norbit pak,lucu loh!" >> Selanjutkan penonton berkata,"Janji Joni bagus nggak ya mbak?" >> "Ngapain nonton film Indonesia,ada Fantastic Four loh(dengan bangganya)!" >> "Oh Iya deh mbak,saya nonton Fantastic Four aja,keren kan mbak" >> "Keren banget mas!(Seperti tidak pernah melihat visual effect yang lebih bagus daripada F4) >> Akhirnya,penonton membeli tiket F4.
Apa akibatnya teman teman?
"Janji Joni tidak akan ada yang menonton,sehingga industri film Indonesia akan jadi lesu,walaupun filmnya berkualitas sekalipun."
Kesimpulannya adalah,mbak-mbak ini harus dididik,mendapatkan training khusus tentang film agar tidak MENJERUMUSKAN PENONTON.Dan walaupun film Indonesia dibuat sangat berkualitas seperti "PEREMPUAN PUNYA CERITA",kalau mbak mbak ini terus meromendasikan film barat,apa jadinya INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA?
Kebiasaan mbak-mbak ini ?
- Selalu menggangap bahwa film barat lebih bagus daripada FILM INDONESIA
- Asal saja memberikan rekomendasi,yang penting film lucu,penuh dengan visual effect langsung dibilang bagus.(Even mereka memuja High School Musical!)
- Suka menghina film Indonesia.
Film Punk In Love
Jelas-jelas film punk in love adalah film berkualitas,tapi dia seenaknya mereview film.
"APAKAH DIA KRITIKUS FILM?"
Ada kemungkinan gara-gara mbak-mbak ini,film film Indonesia berkualitas seperti "Pintu Terlarang","Perempuan Berkalung Sorban","Punk In Love","Claudia/Jasmine" menjadi tidak laku,dan lama-lama para sineas menjadi malas membuat film bagus,toh juga akan gak laku,dan semuanya disebabkan oleh orang-orang yang duduk di belakang loket ini.
So,make sure you're not intimidated by those people.Sebelum nonton,pastikan jangan lewatkan film Indonesia yang berkualitas,ayo dukung PERFILMAN INDONESIA!
STOP FILM TIDAK BERMUTU!
Next post >> The anti-expressionism
STOP FILM TIDAK BERMUTU!
Next post >> The anti-expressionism
No comments:
Post a Comment